model dan strategi pembelajaran

1.      Variabel Pembelajaran

Klasifikasi variabel-variabel pembelajaran dimodifikasi menjadi 3, yaitu: Kondisi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, dan Hasil Pembelajaran.

Ø      Kondisi Pembelajaran, variabel yang termasuk ke dalam kondisi pembelajaran, yaitu variabel-variabel yang mempengaruhi penggunaan variabel metode.
Regeluth dan Merrill (1979) mengelompokkan variabel kondisi pembelajaran menjadi 3 kelompok yaitu:

(a)    Tujuan dan karakteristik bidang studi

Tujuan pembelajaran adalah pernyataan tentang hasil pembelajaran apa yang diharapkan. Tujuan ini bisa sangat umum, sangat khusus atau dimana saja dalam kontinum umum ke khusus. Sedangkan karakteristik bidang studi adalah aspek-aspek suatu bidang studi yang dapat memberikan landasan yang berguna sekali dalam mempreskripsikan strategi pembelajaran.
(b) Kendala dan karakteristik bidang studi dan

Kendala adalah keterbatasan sumber-sumber, seperti waktu, media, personalia, dan uang. Kendala dan karakteristik bidang studi ini dihipotesiskan memiliki pengaruh utama pada pemilihan strategi pengorganisasian pembelajaran, kendala dan karakteristik bidang studi pada pemilihan strategi penyampaian, dan karakteristik siswa pada pemilihan strategi pengelolaan pembelajaran.

(c) Karakteristik peserta didik.

Karakteristik peserta didik adalah aspek-aspek atau kualitas peserta didik, seperti bakat, motivasi, dan hasil belajar yang telah dimiliki oleh peserta didik.

Pada tingkat tertentu, suatu variabel kondisi akan mempengaruhi setiap variabel metode misalnya, karakteristik peserta didik bisa mempengaruhi pemilihan strategi pengorganisasian dan pemilihan strategi penyampaian, di samping pengaruh utamaya pada strategi pengelolaan pembelajaran.

Ø      Metode Pembelajaran

Variabel metode pembelajaran diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu:

(a) Strategi pengorganisasian (Organizational srategy)

Organizational srategy adalah metode untuk mengorganissi isi bidang studi yang telah dipilih untuk pembelajaran.  Mengorganisasi mengacu pada suatu tindakan seperti pemilihan  isi, penataan isi, pembuatan diagram, format, dll. yang setingkat dengan itu.

(b) Strategi penyampaian (Delivery strategy)

Delivery strategy adalah metode untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik dan atau menerima serta merespon masukan yang berasal dari peserta didik. Sumber belajar merupakan bidang kajian utama dari strategi ini.

(c) Strategi pengelolaan (management strategy).

Management strategy adalah metode untuk menata interaksi antara peserta didik dan variabel metode pembelajaran yang lain. Variabel strategi pengorganisasian dan penyampaian isi pembelajaran. Strategi pengorganisasian pebelajaran dibedakan menjadi strategi pengorganisasian pada tingkat makro dan mikro.

Ø      Hasil Pembelajaran

Secara umum, hasil pembelajaran  dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu:

(a) Keefektifan Pembelajaran (effectiveneess), biasanya diukur dengan tingkat pencapaian si-belajar. Ada 4 aspek penting yang dapat dipakai untuk mempreskripsikan keefektifan pembelajaran yaitu: kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari atau sering disebut tingkat kesalahan; kecepatan unjuk kerja; tingkat alih belajar; tingkat retensi dari apa yang dipelajari.

(b) Efisiensi Pembelajaran (efficiency), biasanya diukur dengan rasio antara keefektifan dan jumlah waktu yang dipakai si-belajar dan/atau jumlah biaya pembelajaran yang digunakan.

(c) daya tari pembelajaran, biasanya  diukur dengan mengamati kecenderungan si-belajar untuk  tetap/terus belajar. Daya tarik pembelajaran   erat kaitannya dengan daya tarik bidang studi, dimana kualitas pembelajaran biasanya  akan mempengaruhi  keduanya. Itulah sebabnya  pengukuran kecenderungan si belajar    untuk terus dan atau tidak terus belajar dapat dikaitkan dengan proses pembelajaran itu sendiri atau dengan bidang studi.

2. Faktor-Faktor yang digunakan sebagai acuan pemilihan model dan strategi pembelajaran.

  1. Relevansi, adalah keterkaitan fungsional antara strategi pembelajaran sebagai dimensi instrumenal dengan tujuan atau sasaran belajar, dengan tolak ukur dari sisi ”bagaimana” sesuatu (materi) dipelajari oleh siswa bukan dari sisi ”apa” yang akan dipelajari siswa. Derajat relevansi dapat ditinjau dari dimensi epistimologi (hakikat ilmu pengetahuan), psikologi (pengalaman belajar dan perkembangan psikis) dan sosial (nilai-nilai yang ada dimasyarakat).
  2. Efektifitas, yaitu hubungan kausal linier antara strategi pembelajaran dengan tujuan yang ingin dicapai. Muara keberhasilan pembelajaran pada akhirnya diukur dari segi efektifitas, baik dari dampak instruksional (ketercapaian tujuan pembelajaran) maupun dari dampak pengiring (kompetensi yang di dapat oleh siswa diluar kompetensi instruksional).
  3. Efesiensi, perbandingan proses belajar yang dilakukan dengan hasil pencapaian tujuan belajar khususnya ditinjau dari prinsip ekonomis. Efisiensi haruslah memperhitungkan daya guna (segi waktu, biaya dan tenaga).

 

3. Resume Makalah “Metode Pembelajaran Super Brain”

A.     Konsep Metode Pembelajaran Super Brain

Metode Pembelajaran Super Brain menjelaskan tentang bagaimana merancang kegiatan pembelajaran yang melibatkan semua komponen otak. Yaitu: otak emosional, otak sosial, otak kognitif, otak kinestetik dan otak reflektif.

Adapun menurut McClean, proses evaluasi mengacu pada tiga bagian otak manusia, yaitu:

1.      Otak besar (Neokorteks) yang memiliki fungsi utama untuk berbahasa, berfikir, belajar, memecahkan masalah, merencanakan dan mencipta

2.      Otak tengah (sistem limbik) berfungsi untuk interaksi sosial, emosional, dan ingatan jangka panjang

3.      Otak kecil (otak reptil) berfungsi untuk bereaksi, naluriah, mengulang, mempertahankan diri, dan ritualis.

Dalam Metode Pembelajaran Super Brain disebutkan bahwa semua pengetahuan pasti ada manfaatnya, karena itu jangan pernah menyesal denga apa yang pernah kita pelajari atau kita baca. Karena suatu saat akan bermanfaat.

Postulat lain menyebutkan bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar baru. Tetapi hanya ada kombinasi-kombinasi baru sehingga ditemukanlah ide baru. Karena itu peserta didik perlu diajari untuk tidak pernah berhenti berfikir. Karena berfikir merupakan proses menyimpan informasi. Semakin banyak otak digunakan untuk berfikir, semakin banyak informasi yang disimpan karena kapasitas otak tidak terbatas.

B.     Alasan Menggunakan Metode Pembelajaran Super Brain

Sebagai metode baru, Metode Pembelajaran Super Brain cocok untuk diterapkan oleh para pendidik dalam KBM (kegiatan belajar mengajar), diantara beberapa alasannya adalah sebagai berikut:

1.      Dapat memberikan perubahan mendasar sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran. Pembelajaran tidak saja menjadi sangat efektif, tapi juga hampir seluruh potensi yang dimiliki peserta didik akan tergarap dan terbangkitkan secara lebih optimal.

2.      Meminimalisir adanya perkembangan emosi negatif, perlu diketahui bahwasannya kurangnya stimulasi dan eksplorasi terhadap otak anak akan menghambat perkembangannya. Hal ini dibuktikan pada hewan yang dipelihara dikebun binatang memiliki otak 20% sampai 30% lebih kecil dibandingkan dengan hewan yang dipelihara di alam liar.

3.      Menjadikan karakter anak semakin kuat. Dalam membentuk karakter anak, otak kiri dan otak kanan bekerja seimbang. Otak kanan akan menyatukan perasaan benar/salah yang merupakan domain otak kanan, dengan pengetahuan baik dan buruk yang merupakan domain otak kiri.

4.      Peserta didik mampu merekam dan menyimpan informasi dengan baik.

5.      Pendidik dapat memperbaiki dan melejitkan kualitas pendidikan.

6.      Dapat dijadikan rujukan dalam membuat kurikulum.

C.     Strategi Metode Pembelajaran Super Brain

Pembelajaran dengan berorientasi kepada upaya pemberdayaan potensi peserta didik ada tiga strategi utama yang dapat dikembangkan dalam implementasi metode super brain. Pertama, menciptakan lingkungan belajar yang menantang lingkungan berfikir peserta didik. Kedua, menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Dengan cara menhindari situasi pembelajaran yang membuat peserta didik merasa tidak nyaman dan tidak senang terlibat didalamnya. Ketiga, menciptakan situasi pembelajaran yang aktif dan bermakna bagi peserta didik. Peserta didik sebagai pembelajar dirangsang melalui kegiatan pembelajaran untuk dapat membangun pengetahuan mereka. Sedangkan pendidik berusaha membangun situasi pembelajaran yang memungkinkan seluruh peserta didik beraktifitas secara optimal.   

D.    Aplikasi Metode Pembelajaran Super Brain

Dalam Metode Pembelajaran Super Brain pendidik sering memberikan soal-soal materi pelajaran yang menfasilitasi kemampuan berfikir peserta didik dari mulai tahap pengetahuan (knowledge) sampai tahap evaluasi. Soal-soal pelajaran dikemas seatraktif dan semenarik mungkin misalnya melalui teka-teki, simulasi games, dan sebagainya, agar peserta didik dapat terbiasa untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya dalam konteks pemberdayaan potensi otak siswa.

Selain itu, bisa juga dengan melakukan pembelajaran diluar kelas pada saat tertentu. Untuk pembelajaran dalam kelas diiringi dengan musik yang di desain secara cepat sesuai kebutuhan dikelas, serta melakukan kegiatan pembelajaran dengan diskusi kelompok yang diselingi dengan permainan-permainan menarik.

Disamping itu, bisa mengunakan anggota tubuh untuk merangsang kerja otak. Misalnya mata peserta didik digunakan untuk membaca dan mengamati, tangan peserta didik bergerak untuk menulis, kaki peserta didik bergerak untuk mengikuti permainan dalam pembelajaran dan mulut peserta didik aktif bertanya dan berdiskusi.

About these ads

8 Komentar (+add yours?)

  1. mariya
    Okt 05, 2009 @ 12:58:31

    Saya sangat tertarik dengan informasi apapun tentang SUPER BRAIN, bila diperkenankan,saya ingin semua informasi tentang SUPER BRAIN untuk menyelesaikan tugas AKTA mengajar 4. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

    Balas

  2. azizah
    Okt 30, 2009 @ 05:26:37

    assalamu’alaikumWr.Wb saya butuh artkel mengenai pembelajaran akatf dan bermakna untuk PAI apakah anda punya? kalau ada boleh kah saya pinjam terima kasih sebelumnya

    Balas

  3. Yudi Arianto
    Des 20, 2009 @ 13:37:08

    saya tertarik tertarik dengan model pembelajaran super brain ini,

    mbak bisa minta alamat referensi super brain ini

    Balas

  4. yudi arianto
    Des 21, 2009 @ 08:16:11

    Mbak ni yudi
    pengen mengkaji lebih dalam mengenai super brain ini, bisa lebih dijelasin di email saya komeringcorp@yahoo.com

    tolong mbak

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: