ibadah puasa & psikologis remaja

Ibadah Puasa Ditinjau dari Aspek Psikologis Remaja

“Puasa adalah ladang tempat terciptanya niat yang teguh serta tempat dimana manusia dekat dengan Tuhannya melalui kepatuhan yang sempurna dan kepasrahan diri” (Sayyid Quthb)
Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulum al-Din, memaparkan tiga tingkatan puasa. Pertama, shaum al-‘umum atau “puasa raga” yang berarti puasa dengan mengendalikan nafsu perut dan kelamin (seks). Kedua, shaum al-khushush atau “puasa rasa” yang berarti puasa dengan mengendalikan nafsu inderawi, yaitu mata, telinga dan mulut serta mengendalikan semua anggota badan agar terhindar dari dosa dan tindakan yang sia-sia. Ketiga, puasa shaum khushush al khushush atau “puasa jiwa” berarti puasa dengan menghindarkan pikiran dan hati dari rendahnya nafsu dan hasrat keduniaan yang fana, serta mengosongkan konsentrasi dan ketertarikan diri kepada selain Tuhan. Dalam hadis disebutkan, “….Puasa adalah khusus bagian-Ku (Allah). Dan Aku sendiri pula yang akan memberikan imbalannya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari hadis tersebut di atas, maka puasa yang benar-benar sesuai adalah puasa jiwa. Maka melalui ibadah puasa jiwa ini seseorang dapat melatih dirinya untuk senantiasa menjadi hamba, mengharapkan, dengan ketakutan, mencari kedekatan, dan siap menerima takdirNya dihadapan Sang Khalik. Sifat penghambaan ini akan membuat manusia menjadi abdi Allah, yang siap melakukan apa saja yang disenangi Allah. Inilah yang dimaksud dengan surat Al-Baqarah ayat 183, “ Wahai orang-orang beriman, ditetapkan bagimu puasa sebagaimana telah ditetapkan bagi orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa “.
Jiwa remaja -yang merupakan peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa- cenderung tidak stabil. Disinilah pencarian jati diri dimulai, mencari jawaban atas pertanyaan “who am I?”. Dalam komunitasnya, remaja mempunyai loyalitas yang tinggi bahkan terkadang lebih mendahulukan kepentingan gengnya daripada keluarga. Nasehat teman sebaya lebih didengar dari pada nasehat orang tua. Semua ini dilakukan untuk mendapat pengakuan atas keberadaan (eksistensi) dirinya dalam komunitasnya. Hal ini akan menjadi masalah besar apabila remaja terjebak pada lingkungan yang “tidak sehat”. Pengaruh buruk dengan mudahnya akan merubah hidup mereka.
Mengingat puasa bukan hanya puasa raga, rasa, namun juga jiwa maka puasa merupakan salah satu terapi yang tepat bagi penstabilan jiwa remaja. Remaja islam yang mampu menjalankan puasa tidak hanya sebagai ritual saja namun juga sebagai usaha meraih kemenangan menuju kesempuranaan taqwa, dia akan mengalami perubahan yang berarti dalam dirinya.
Bagaimana agar kita bisa mencapai hasil akhir Taqwa itu di bulan suci Ramadhan kali ini dan berhasil mempertahankannya ketika keluar dari bulan Ramadhan? Berikut beberapa langkahnya:
Persiapkan fisik dan ruhani, lewat latihan puasa dan memperbanyak ibadah sunnah sejak mulai bulan Sya’ban.
Belajar. Pelajari semua aspek Ramadhan, seperti adab, rukun ibadah, do’a-do’a dan zikir.
Rencanakan aktivitas hari-hari Anda selama Ramadhan. Seperti sholat malam, tadarrus, dan ta’lim.
Tumbuhkan semangat kita untuk shalat berjama’ah, menimba ilmu di majelis ta’lim, dan sebagainya.
Usahakan tidur awal dan bangun pada sepertiga malam untuk shalat tahajjud.
Bawalah mushaf Al-Qur’an kemanapun pergi, kecuali tempat-tempat terlarang seperti WC.
Bukalah pintu maaf mulai sekarang, serta minta maaflah kepada yang lain.
Kendalikan lidah dengan memperbanyak zikir dan istighfar.
Mudahlah memberi serta sifat qana’ah yang memperhalus budi kita.
Memohon kepada Allah agar tidak termasuk kelompok orang yang gagal melalui Ramadhan kali ini.
Dengan begitu banyaknya persiapan menyambut bulan Ramadhan dan banyaknya aktifitas ibadah, baik ibadah fisik maupun ibadah hati.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: