urgensi organisasi

URGENSI ORGANISASI
Oleh : a’yun el-falasy*

Pertama masuk kuliah semua terasa asing. Meskipun sebelumnya mahasiswa baru telah melalui sederetan acara ospek (Orientasi Studi Pengenalan Kampus) namun proses sosialisasi belum berhenti seiring berlalunya ospek. Status siswa yang dulu disandangnya kini beralih menjadi mahasiswa yang berperan sebagai agent of change sekaligus agent of control sehingga mahasiswa mengemban tanggungjawab moral yang berat.
Mahasiswa merupakan aktor sosial yang diharapkan mampu mempunyai kesadaran dan kepedulian yang tinggi dalam menyentuh realitas sosial yang diakibatkan sebuah kebijakan, serta mampu menciptakan ranah pembelajaran menuju proses dialektika pendewasaan sisi kehidupan,sehingga mampu menjadi bagian dari generasi muda bangsa yang memiliki tangggungjawab untuk memajukan bangsa, dengan bekal pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan serta gagasan-gagasan yang dinamis progresif dan revolusioner.
Untuk merealisasikan harapan tersebut, Organisasi merupakan jalur yang tepat bagi pengaktualisasian diri. Semua yang kita dapat dari bangku kuliah tidak bisa menjamin kesuksesan kita. Tanpa sejuta pengalaman berorganisasi, kita tidak akan mampu bersosialisasi dengan baik nantinya jika terjun ke masyarakat. Lantas apa kata orang jika mahasiswa hanya mencari gelar, tidak mampu membawa perubahan signifikan bagi masyarakat? Disinilah datangnya tuntutan moral bagi mahasiswa namun kebanyakan mahasiswa tidak menyadari hal itu.
Para mahasiswa khususnya mahasiswa baru, nampaknya mulai tahu dan sadar akan urgensi organisasi. Namun dalam praksisnya kita tidak bisa munafik bahwasanya banyak mahasiswa yang pinter ngomong alias mampu mengkritisi realitas sosial namun kurang mampu mentransformasikan sehingga perubahan realitas sosial yang diharapkan jadilah mimpi belaka.
Lantas yang menjadi masalah bagi mahasiswa baru adalah bagaimana memilih organisasi yang kian menjamur ini? Pada dasarnya semua organisasi mengharapkan lahirnya kader yang berkesadaran kritis intelektual humanis. Namun adanya tujuan dasar yang sama bukan berarti memunculkan strategi yang sama pula. Strategi inilah yang sangat signifikan dalam menentukan keberhasilan sebuah organisasi.
Kembali ke permasalahan  pokok, bagaimana mahasiswa baru memilih organisasi yang semuanya terlihat sangat menjanjikan? Langkah awal yang perlu diperhatikan adalah mencari informasi tentang semua yang ada di dalam organisasi. Brosur-brosur yang beredar semua tampak menjustifikasi organisasi bersangkutan sebagai the best organitation. Sebaiknya kita bertanya kepada awak-awak organisasi yang memotori organisasi tersebut. Namun penilaian mereka cenderung subyektif meskipun ada sebagian kecil yang mampu menilai secara obyektif. Hal ini wajar mereka lakukan karena dorongan loyalitas yang tinggi terhadap organisasi tersebut. Maka lebih tepat lagi kita bertanya kepada orang yang tidak memihak pada organisasi bersangkutan namun benar-benar mengetahui seluk beluk organisasi tersebut. Kira-kira apa saja kegiatannya? Lantas apakah kegiatan tersebut membawa manfaat bagi kita? Bagaimana kalau nantinya kita jadi sering merogoh kocek? Urusan fulush, mayoritas organisasi tidak berkeinginan untuk memberatkan anggotanya. Perlu diketahui bahwasanya uang yang kita keluarkan itu tidak ada apa-apanya dengan pengalaman yang kita peroleh dari organisasi. Banyak mahasiswa yang kurang menyadari hal itu karena mayoritas mahasiswa saat ini adalah manusia-manusia yang berorientasi SO (Sleeping Oriented, Shooping Oriented, SMS Oriented). Maka waspadalah!!! Masa depan mengancammu!
Selain itu, kita juga perlu tahu siapa dalang dari organisasi tersebut? Bagaimana pemikiran ikon-ikonnya? Serta bagaimana kualitas outputnya? Apakah benar-benar menjadi kader yang berkesadaran kritis intelektual humanis?
Tak kalah pentingnya yaitu mengetahui latar historis-empiris organisasi. Dengan demikian kita bisa tahu siapa aktor-aktor yang telah menorehkan tinta sejarah di atas historis of organitation dan bagaimana perjuangannya. Tanpa latar historis-empiris yang jelas maka orang pantas mengklaim organisasi tersebut sebagai organisasi nggak jelas.
So bagi mahasiswa baru jangan mau dikebiri oleh awak-awak organisasi yang berkepentingan. Cobalah untuk telusuri mana organisasi yang baik dan bermanfaat buat kita juga orang-orang di sekitar kita. Sangatlah ironis jika mahasiswa hanya ikut-ikutan tanpa tahu seluk beluk organisasi bersangkutan. Finally, mari kita berpikir kritis terhadap organisasi-organisasi yang sedang gencar-gencarnya merekrut anggota untuk organisasinya. Setelah tahu dan berminat, bulatkan tekat! Kita harus punya komitmen dan siap menerima segala konsekuensinya.

*a’yun, mahasiswi jurusan PAI FT

Iklan

1 Komentar (+add yours?)

  1. nengah
    Feb 26, 2009 @ 08:51:21

    wah, thanks yahhh…. dengan ini aku bisa ngerjain tugas aq..
    hehehe….
    aq kuliah di fk Unjani…

    se-X lg thanks…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: