jurnal statistik pendidikan

Pengaruh Metode Mengajar dan Ragam Tes
Terhadap Hasil Belajar Matematika dengan Mengontrol Sikap Siswa
(Eksperimen pada Siswa Kelas I SMU Negeri DKI Jakarta)
Baso Intang Sappaile
Abstrak: Mengingat pentingnya matematika, maka sangat diharapkan siswa sekolah menengah untuk menguasai pelajaran matematika SMU. Karena disamping matematika sebagai sarana berpikir ilmiah yang sangat diperlukan oleh siswa, juga untuk mengembangkan kemampuan berpikir logiknya. Matematika juga diperlukan untuk menunjang keberhasilan belajar siswa dalam menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Untuk itu diperlukan metode mengajar berlandaskan permasalahan yang merupakan pendekatan yang sangat efektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mengajar mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa yang tergantung pada ragam tes, setelah mengurangi pengaruh linear sikap siswa terhadap matematika.

Kata kunci: Metode mengajar, Ragam tes, Hasil belajar matematika siswa dan Sikap siswa terhadap matematika.

1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Hasil belajar dipandang sebagai salah satu indikator pendidikan dan perlu disadari bahwa hasil belajar adalah bagian dari hasil pendidikan (Soedjadi, 1991: 10).
Matematika merupakan pengetahuan dasar yang diperlukan oleh peserta didik untuk menunjang keberhasilan belajarnya dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Bahkan matematika diperlukan oleh semua orang dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan umum pendidikan matematika pada jenjang pendidikan menengah memberi tekanan pada penataan nalar, dasar, dan pembentukan sikap siswa serta memberi tekanan pada keterampilan dalam penerapan matematika (GBPP Matematika, 1995: 1)
Mengingat pentingnya matematika, maka sangat diharapkan siswa sekolah menengah untuk menguasai pelajaran matematika SMU. Di lain pihak kenyataan menunjukkan bahwa hasil belajar matematika di sekolah menengah masih relatif rendah. Karena itu, diperlukan upaya perbaikan yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika khususnya pada jenjang pendidikan menengah.

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan urain yang telah dikemukakan di atas maka secara umum, masalah penelitian adalah bagaimana pola pengaruh Metode Mengajar, Ragam Tes dan Sikap siswa terhadap hasil belajar matematika siswa.
1.3. Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh metode mengajar dan ragam tes terhadap hasil belajar matematika, setelah mengontrol sikap siswa terhadap matematika.

2. Kajian Literatur
2.1. Hasil Belajar Matematika
Matematika sebagai bahan pelajaran yang obyeknya berupa fakta, konsep, operasi, dan prinsip yang kesemuanya adalah abstrak. Hasil belajar matematika siswa sebagian besar dinilai oleh guru pada ranah kognitifnya. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Penilaiannya dilakukan dengan tes hasil belajar matematika
2.2. Metode Mengajar
2.2.1. Metode Pemecahan Masalah Matematika
Tugas atau soal pemecahan masalah matematika dapat diberikan dalam bentuk individu atau kelompok. Pemecahan masalah matematika memuat pemecahan masalah sebagai perilaku kognitif dan matematika sebagai objek yang dipelajari. Proses berpikir dalam pemecahan masalah matematika memerlukan kemampuan intelek tertentu yang akan mengorganisasi strategi yang ditempuh sesuai dengan data dan permasalahan yang dihadapi.
Cara yang baik untuk menyajikan masalah adalah dengan menggunakan kejadian yang mencengangkan yang menimbulkan misteri dan suatu keinginan untuk memecahkan masalah (Ibrahim & Nur, 2000: 33).
Polya (1956:2) mengembangkan empat langkah penting dalam strategi pemecahan masalah, yaitu memahami masalah, mencari alternatif penyelesaian, melakukan perhitungan, dan memeriksa ulang hasil perhitungan.
2.2.2. Metode Konvensional
Yang dimaksud dengan pembelajaran matematika melalui konvensional adalah metode ceramah yang disertai dengan pertanyaan. Metode mengajar ini sering digunakan oleh guru pada umumnya.

2.3. Ragam Tes
Ragam Tes yang dimaksudkan dalam tulisan ini dibatasi hanya pilihan ganda biasa dan asosiasi pilihan ganda. Ragam tes pilihan ganda dapat digunakan untuk mengukur kemampuan siswa yang lebih tinggi dan dapat diskor secara objektif (Safari, 1997: 64).
2.3.1. Asosiasi Pilihan Ganda
Asosiasi pilihan ganda terdiri dari pokok soal berupa kalimat pertanyaan yang belum lengkap yang diikuti alternatif jawaban yang merupakan pelengkap. Pada alternatif jawaban tersebut memuat beberapa jawaban. Dari sejumlah alternatif jawaban yang tersedia hanya ada satu jawaban yang benar dan lainnya sebagai pengecoh.
Kelebihannya. (1) Jawaban yang benar sudah pasti, (2) pemeriksaan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, dan (3) dapat mengaktifkan proses berpikir siswa.
Kekurangannya. (1) Kesempatan testi untuk menerka-nerka cukup besar, (2) bagi testi yang berkemampuan rendah merasa terlalu terbebani oleh soal, dan (3) waktu untuk mengerjakan untuk tiap soal cukup lama, sehingga memungkinkan testi mengerjakan soal hanya sebagian saja.
2.3.2. Pilihan Ganda Biasa
Pilihan ganda biasa terdiri dari pokok soal berupa kalimat pertanyaan yang belum lengkap yang diikuti alternatif jawaban yang merupakan pelengkap. Dari sejumlah alternatif jawaban yang tersedia hanya ada satu jawaban yang benar dan lainnya sebagai pengecoh. Testi ditugaskan memilih salah satu alternatif jawaban yang benar.
Kelebihannya. (1) Jawaban yang benar sudah pasti, (2) pemeriksaan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, dan (3) testi dapat mengerjakan soal sebanyak mungkin.
Kekurangannya. (1) Kesempatan testi untuk menerka-nerka cukup besar, (2) kurang mengaktifkan proses berpikir siswa, dan (3) bagi testi yang berkemampuan rendah merasa tidak terlalu terbebani oleh soal.
2.4. Sikap Siswa terhadap Matematika
Sikap siswa terhadap matematika dimaksudkan sebagai tendensi mental yang diaktualkan atau diverbalkan terhadap matematika yang didasarkan pada pengetahuan atau perasaannya terhadap matematika. Objek yang disikapi adalah matematika yang meliputi materi matematika dan manfaat matematika, baik manfaat matematika terhadap mata pelajaran lain maupun manfaat matematika pada kehidupan sehari-hari.
2.5. Hasil Penelitian Terdahulu yang Relevan
Berikut beberapa hasil penelitian yang relevan dengan hasil penelitian ini. Penelitian yang dilakukan oleh Sunandar (2001: 175), mengungkapkan bahwa untuk siswa yang diajar dengan metode deduksi, hasil belajar matematika siswa yang diberi tes formatif bentuk pilihan ganda lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang diberi tes formatif bentuk esai.
Penelitian yang dilakukan oleh Sofyan (2003: 184), mengungkapkan bahwa hasil belajar otomotif siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif lebih tinggi daripada hasil belajar motor otomotif siswa yang diajar dengan strategi konvensional.
Penelitian yang dilakukan oleh Handayani (2003: 201), mengungkapkan bahwa mahasiswa yang mempunyai TPA tinggi, hasil belajar ilmu gizi yang diajar dengan CBL lebih tinggi daripada hasil belajar ilmu gizi yang diajar dengan metode ceramah. Selanjutnya mahasiswa yang mempunyai TPA rendah, hasil belajar ilmu gizi yang diajar metode ceramah lebih tinggi daripada hasil belajar ilmu gizi yang diajar dengan metode CBL.
Penelitian yang dilakukan oleh Sumarno, dkk (1993: 31), mengungkapkan bahwa pada umumnya siswa masih menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika dalam bentuk pemecahan masalah, terutama pada langkah strategi melaksanakan perhitungan dan memeriksa ulang hasil perhitungan.
Penelitian yang dilakukan oleh Damiyanti (2004: 17), mengungkapkan bahwa skor rata-rata tes kemampuan memecahkan masalah tergolong tinggi dibandingkan nilai rata-rata skor teoretik.
Penelitian yang dilakukan oleh Putera (2004: 27), mengungkapkan bahwa hasil belajar matematika warga belajar yang diberikan evaluasi formatif, tes diagnostik dan remedial lebih tinggi dari yang diberikan evaluasi formatif dan pengajaran kembali.
Penelitian yang dilakukan oleh Arief (2004: 187), mengungkapkan bahwa dalam proses pembelajaran etika administrasi negara bagi mahasiswa yang memiliki sikap positif, maka metode concept mapping lebih efektif digunakan dibandingkan metode ceramah. Sedangkan untuk mahasiswa yang memiliki sikap negatif, metode ceramah lebih efektif daripada metode concept mapping.
Penelitian yang dilakukan oleh Safari (1996: 77), mengungkapkan bahwa penggunaan bentuk soal pilihan ganda berpengaruh secara signifikan terhadap antarmata pelajaran yang diajarkan guru di pendidikan dasar sembilan tahun.
Penelitian yang dilakukan oleh Syafrudie (1996: 98), mengungkapkan bahwa sikap siswa SMK terhadap lingkungan hidup berkorelasi positif dengan penguasaan konsep lingkungan hidup.
2.6. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian teoretik dan hasil-hasil penelitian terdahulu, maka dirumuskan hipotesis penelitian, yaitu: (1) untuk siswa yang diajar melalui pemecahan masalah, hasil belajar matematika siswa yang diberi ragam tes asosiasi pilihan ganda lebih tinggi dibanding siswa yang diberi ragam tes pilihan ganda biasa, setelah mengurangi pengaruh linear sikap siswa terhadap matematika, (2) untuk siswa yang diajar melalui konvensional, hasil belajar matematika siswa yang diberi ragam tes asosiasi pilihan ganda lebih rendah dibanding siswa yang diberi ragam tes pilihan ganda biasa, setelah mengurangi pengaruh linear sikap siswa terhadap matematika, (3) untuk siswa yang diberi ragam tes asosiasi pilihan ganda, hasil belajar matematika siswa yang diajar melalui pemecahan masalah lebih tinggi dibanding siswa yang diajar melalui konvensional, setelah mengurangi pengaruh linear sikap siswa terhadap matematika, (4) untuk siswa yang diberi ragam tes pilihan ganda biasa, hasil belajar matematika siswa yang diajar melalui pemecahan masalah lebih rendah dibanding siswa yang diajar melalui konvensional, setelah mengurangi pengaruh linear sikap siswa terhadap matematika, dan (5) metode mengajar mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa yang tergantung pada ragam tes, setelah mengurangi pengaruh linear sikap siswa terhadap matematika.

3. Metodologi Penelitian
3.1. Disain Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan disain 2×2 faktorial. Variabel respon adalah hasil belajar matematika siswa. Sedang faktor perlakuan adalah (1) metode mengajar, dan (2) ragam tes yang masing-masing mempunyai dua tingkat perlakuan.
Sebelum pelaksanaan eksperimen, terlebih dahulu dilakukan pengukuran sikap terhadap pengukuran kepada semua siswa, baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Oleh karena itu sikap siswa terhadap matematika dapat dinyatakan sebagai covariable atau covariate dalam menerapkan model linear.
Dalam eksperimen ini, satu kelas dengan pembelajaran matematika melalui pemecahan masalah sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas dengan pembelajaran matematika melalui konvensional sebagai kontrol. Baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol masing-masing diajar dan diberikan tes formatif dalam ragam tes asosiasi pilihan ganda dan ragam tes pilihan ganda biasa oleh guru mata pelajaran matematika. Sebelum guru mengajar materi matematika pada kelompok eksperimen, terlebih dahulu guru tersebut diberikan rambu-rambu serta diingatkan oleh peneliti cara dan langkah yang harus dilakukan di dalam kelas dalam hal pembelajaran matematika melaui pemecahan masalah. Sedang pada kelompok siswa dengan pembelajaran matematika melalui konvensional dimonitor oleh peneliti Materi matematika yang diajarkan adalah materi kelas I semester I dengan pertemuan sebanyak 15 kali tatap muka.
3.2. Populasi dan Sampel
Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas I SMUN 30 dan SMUN 58 DKI Jakarta yang dipilih secara purposif. Sebuah sampel kelas I dipilih secara random dari masing-masing SMU. Dari SMUN 30 terpilih kelas I-6 dan dari SMUN 58 terpilih kelas I-5. Di SMUN 30 diberi metode pemecahan masalah matematika dan di SMUN 58 diberi metode konvensional.
3.3. Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilakukan di dua Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri di DKI Jakarta, yaitu SMU Negeri 30 dan SMU Negeri 58 Jakarta. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada semester satu tahun pelajaran 2003/2004, terhitung sejak 21 Juli 2003 sampai dengan 20 Desember 2003.
Pelaksanaan penelitian disesuaikan dengan jadwal mata pelajaran matematika.
3.4. Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar matematika siswa dan sikap siswa terhadap matematika. Hasil belajar matematika siswa diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajar matematika siswa yang dilakukan pada akhir eksperimen, sedang sikap siswa terhadap matematika digunakan angket yang dilakukan sebelum eksperimen.
3.5. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis dengan menerapkan Model Linear Univariat yang terdiri dari (1) analisis regresi linear dengan koefisien arah heterogen (heterogeneous slopes) dan (2) analisis kovarian (homogeneous slopes).

4. Hasil dan Pembahasan
4.1. Deskripsi Data
Tabel 1. Deskripsi Data
Metode Mengajar
Melalui Pemecahan Masalah Melalui Konvensional
Ragam Tes Asosiasi Pilihan Ganda n=18
Y=62,78
s=6,94 n=18
Y=47,83
s=10,29 n=36
Y=55,31
s=11,50
Pilihan Ganda Biasa n=18
Y=47,89
s=8,19 n=18
Y=53,72
s=8,98 n=36
Y=50,81
s=8,97
n=36
Y=55,33
s=10,63 n=36
Y=50,78
s=9,97 n=72
Y=53,06
s=10,49

4.2. Pengujian Hipotesis
Untuk pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan dua analisis, yaitu (1) analisis regresi linear dengan koefisien arah heterogen (heterogeneous slopes) dan (2) analisis kovarian (homogeneous slopes).
4.3. Hasil Analisis Kovarian (Homogeneous Slopes)
Model I: Y= + R M + R M + R M + X+
Model II: Y= + R M + R M + R M + X+ (Agung, 2004: 96)
Tabel 2 Hasil Estimasi Parameter dari Model I
Parameter B Std. Error th Nilai-p
Konstanta 35,163 11,856 2,966 0,004
[R=2]*[M=2] -8,563 2,810 -3,048 0,003
[R=2]*[M=1] -13,483 2,870 -4,698** 0,000
[R=1]*[M=2] -14,206 2,817 -5,043** 0,000
X 0,286 0,121 2,362 0,021

Tabel 3 Hasil Estimasi Parameter dari Model II
Parameter B Std. Error th Nilai-p
Konstanta 26,600 11,650 2,283 0,026
[R=1]*[M=1] 8,563 2,810 3,048 0,003
[R=1]*[M=2] -5,643 2,803 -2,013* 0,048
[R=2]*[M=1] -4,920 2,832 -1,737 0,087
X 0,286 0,121 2,362 0,021

Tabel 4 Test of Between-Subject Effect
Sumber
Variasi Dk JK RJK Fh F tabel
=.05 =.01
Interaksi
(IR*IM) 3 2236,63 745,54 10,55 2,74 4,09
Kovarian
(X) 1 394,41 394,41 5,58 3,98 7,03
Kekeliruan
(Dalam Sel) 67 4734,59 70,67 – – –
Total 71 7809,78 – – – –
Keterangan: RJK : Rata-rata Jumlah Kuadrat
dk : derajat kebebasan Fh : F Hitung
JK : Jumlah Kuadrat * : Sangat signifikan pada = 0,05
Berdasarkan hasil dalam Tabel 2, Tabel 3, dan Tabel 4 dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut.
(1) Ho: g >0 ditolak, karena t =-4,698 < t = -1,996. Kesimpulan, lihat 5.1.Simpulan yang Pertama.
(2) Ho: g >0 ditolak, kareba t =-5,043 < t = -1,996. Kesimpulan, lihat 5.1.Simpulan yang Ketiga.
(3) Ho: b >0 ditolak, karena t =-2,013 < t = -1,996. Kesimpulan, lihat 5.1.Simpulan yang Kedua.
(4) Ho: b >0 diterima, karena t =1,737 > t = -1,996. Kesimpulan lihat 5.1.Simpulan yang Keempat.
(5) Ho: (RM) = 0 ditolak, karena Fh = 10,55>F = 2,74. Kesimpulan lihat 5.1.Simpulan yang Kelima.
5. Simpulan dan Saran
5.1. Simpulan
Pertama, untuk siswa yang diajar melalui pemecahan masalah, hasil belajar matematika siswa yang diberi ragam tes asosiasi pilihan ganda lebih tinggi dibanding siswa yang diberi ragam tes pilihan ganda biasa, setelah mengurangi pengaruh linear sikap siswa terhadap matematika.
Kedua, untuk siswa yang diajar melalui konvensional, hasil belajar matematika siswa yang diberi ragam tes asosiasi pilihan ganda lebih rendah dibanding siswa yang diberi ragam tes pilihan ganda biasa, setelah mengurangi pengaruh linear sikap siswa terhadap matematika.
Ketiga, untuk siswa yang diberi ragam tes asosiasi pilihan ganda, hasil belajar matematika siswa yang diajar melalui pemecahan masalah lebih tinggi dibanding siswa yang diajar melalui konvensional, setelah mengurangi pengaruh linear sikap siswa terhadap matematika.
Keempat, data tidak mendukung kebenaran hipotesis yang menyatakan untuk siswa yang diberi ragam tes pilihan ganda biasa, rata-rata hasil belajar matematika yang diajar melalui pemecahan masalah lebih rendah dibanding yang diajar melalui konvensional, setelah mengurangi pengaruh linear sikap siswa terhadap matematika. Namun secara deskriptif rata-rata simpangan hasil belajar matematika siswa yang diajar melalui pemecahan masalah lebih rendah dibanding yang diajar melalui konvensional, bagi siswa yang diberi ragam tes pilihan ganda biasa.
Kelima, Metode mengajar mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa yang tergantung pada ragam tes, setelah mengurangi pengaruh linear sikap siswa terhadap matematika.
5.2. Saran
Pertama. Dalam pembelajaran matematika pada siswa yang bersikap positif terhadap matematika, bagi guru matematika yang akan menggunakan ragam tes formatif asosiasi pilihan ganda, disarankan dalam pembelajaran matematika digunakan metode pemecahan masalah.
Kedua. Dalam pembelajaran matematika pada siswa yang bersikap positif terhadap matematika, bagi guru matematika yang akan menggunakan ragam tes formatif pilihan ganda biasa, disarankan dalam pembelajaran matematika digunakan metode konvensional.
Ketiga. Diharapkan para guru matematika untuk berlatih mangkondisikan baik ragam tes asosiasi pilihan ganda maupun ragam tes pilihan ganda biasa, sehingga setiap butir dapat berfungsi dengan baik.
Keempat. Diharapkan para guru dalam memberikan soal-soal matematika yang merupakan salah satu masalah bagi siswa, diharapkan soal-soal tersebut tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar tetapi dapat menantang bagi siswa.
Kelima. Dalam pembelajaran matematika melalui pemecahan masalah, diharapkan guru membantu dan memandu siswa bagi yang mengalami kesulitan menyelesaikan matematika.

Iklan

1 Komentar (+add yours?)

  1. bachtiar killo
    Sep 22, 2010 @ 15:33:35

    judul itu sangat bagus

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: