sang pemimpi

Para Patriot Nasib

Judul : Sang Pemimpi
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : Februari 2008
Tebal Buku : 288 halaman

Jika sebelumnya, novel ‘Laskar Pelangi’ bercerita tentang masa SD dan SMP Ikal bersama sepuluh anggota Laskar Pelangi, maka kali ini dalam novel ‘Sang Pemimpi’ Andrea mengisahkan masa-masa SMA Ikal bersama dua sahabatnya, Arai dan Jimbron.
Ikal dan saudara sepupunya, Arai, adalah sosok anak cerdas yang tak kenal lelah. Pukul dua pagi mereka sudah bangun untuk bekerja sebagai kuli ngambat. Dengan berbekal sebatang bambu, mereka sempoyongan memikul puluhan kilo ikan dari perahu menuju stanplat. Semua itu mereka lakukan demi sekolah mereka. Dan Jimbron, adalah sahabat mereka yang amat terobsesi, obsesif kompulsif terhadap kuda. Untuk pekerjaan itu, mereka bertiga mengontrak sebuah los sempit di dermaga dan pulang ke rumah orang tua setiap dua minggu. Mereka adalah para pemberani, para patriot nasib. Mereka tetap tegar menghadapi sikap pak Mustar, guru yang super galak namun penuh perhatian. Mereka pernah nyaris dikeluarkan dari SMA karena kepergok nonton film biru di bioskop. Namun dikarenakan oleh suatu hal, akhirnya keputusan itu dibatalkan. Sebagai gantinya, mereka dihukum berat dan yang pasti hukuman itu sangat mempermalukan mereka.
Mereka mempunyai pribadi yang unik. Ikal, sosok anak manusia yang mempunyai optimisme tinggi. Arai, anak sebatang kara yang penuh kejutan, pikirannya sulit untuk ditebak. Dan Jimbron, si gagap yang berhati mulia dan tulus dalam persahabatan. Yang tak kalah seru disini adalah pergolakan bathin mereka ketika memasuki fase pubertas. Pun juga kisah cinta Arai pada wanita indifferent bernama Nurmala. Kira-kira apa hukuman yang diberikan pak Mustar kepada mereka? Bagaimana kisah cinta Arai? Dan bagaimana pula perjuangan Ikal dan Arai hingga mereka menjadi sarjana untuk kemudian mendapatkan beasiswa melanjutkan studinya ke Univesite’ de Paris, Sorbonne, Prancis? Temukan jawabannya di novel kedua tetralogi Laskar Pelangi ini. Dalam novel ini, Andrea menyajikan humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang mendalam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: