makna filosofis idul adha

Idul Adha adalah sebuah hari raya Islam yang mana pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim (Abraham) mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan shalat Ied berjama’ah, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dulhijah, jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini disertai hari-hari Tasyrik dimana umat Islam diharamkan berpuasa.

Makna utama Hari Raya Idul Adha adalah kesediaan untuk berkorban sebagaimana ditunjukkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim memiliki dua dimensi makna yang bersifat vertikal dan horizontal. Secara vertikal, kejadian simbolik itu merupakan upaya pendekatan diri (kurban) dan dialog dengan Tuhan dalam menangkap nilai dan sifat-sifat ketuhanan. Secara horizontal, hal itu melambangkan keharusan manusia untuk membumikan nilai-nilai itu dalam kehidupan nyata.

Kalau kita kaji makna filosofis yang ada pada Idul Adha, kita dapati betapa ‘pengorbanan’ itu merupakan hal yang sangat mendasar dalam kehidupan. Kehidupan ini adalah jihad atau perjuangan (al hayaatu jihaadun), sedangkan setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan. Dengan demikian, sifat berkorban adalah sifat keharusan bagi setiap insan. Sehingga, kesadaran untuk kembali kepada sifat ini merupakan suatu keharusan pula.

Dalam konteks waktu pelaksanaannya, -yaitu pada hari pelemparan jamrah Aqabah yang dilakukan oleh jemaah haji- menunjukkan sebuah pengorbanan dalam melakukan perlawanan tanpa akhir dengan musuh-musuh kita. Dengan demikian, perayaan Idul Adha juga berarti suatu kesadaran sejati untuk melawan musuh-musuh manusia dalam kehidupan ini.

Kalau dikontekskan pada kekinian, kesadaran jiwa pengorbanan menjadi tuntutan yang begitu mendesak. Krisis ekonomi yang menimbulkan banyak masalah sosial yang krusial, seperti kemiskinan, pengangguran, anak jalanan, dan kriminalitas adalah realitas kehidupan yang membutuhkan pengorbanan untuk menghadapinya.

Kita berharap Idul Adha kali ini menjadi semangat pengorbanan yang hakiki. Suatu semangat yang melandasi hidup dan kehidupan kita menuju ridha Ilahi, sekaligus menyinari hati nurani kita untuk menengok kebesaran khalik dan realitas kehidupan di sekitar kita.

Kepasrahan, ketaatan dan kecintaan kepada Allah yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS ini seharusnya menjadi tauladan bagi umat Islam hingga kini, ujarnya.

Makna filosofi dari ibadah kurban, bisa dilihat dari simbolisasi Ismail sebagai suatu benda yang sangat dicintai yang jika dianalogikan pada masa kini antara lain, rumah yang megah, uang yang melimpah, perhiasan yang indah, jabatan yang tinggi, atau tanah yang luas.

Semua yang ada pada kita merupakan titipan dari Allah, yang sewaktu-waktu bisa saja diambil lagi oleh-Nya. Moment Idul Adha ini mengingatkan kita Apakah kita rela mengorbankan semua benda yang kita cintai ini untuk kepentingan di jalan Allah?

Semangat Idul Adha atau jiwa dari ibadah kurban adalah pengorbanan terhadap orang lain yang membutuhkan, bukan sekedar berkurban hewan yang dibagikan kepada fakir miskin.

Tujuan dari ibadah ini selain mendekatkan diri dan mencapai ketaqwaan kepada Allah, juga mengikis sifat-sifat buruk manusia seperti pelit, kikir, tamak, serakah, dan loba menjadi dermawan, peduli, saling menolong, dan berkasih sayang terhadap orang miskin.

Iklan

2 Komentar (+add yours?)

  1. mouliy
    Des 07, 2008 @ 07:52:01

    “Alhamdulillah, puji syukur_Q”
    tak terasa kita sudah sampai pada detik2 hari IDUL ADHA lagi,
    @lunan takbir, tahmid, dan dzikir sesaat lagi senantiasa kita akan senandungkan bersama, seraya demi pengabdian kita terhadap rahmat serta karuniaNya yang setiap waktu selalu dilimpahkan kepada kita,
    selamat hari raya “IDUL ADHA” yaw………!!!!
    maafkan lahir dan batin.
    semoga segala sesuatu yang kita korbankan dan kita abdikan mendapat restu dariNya.
    amien 3x ya robbal alamien……….. al_kahfi
    he he he

    Balas

  2. mouliy
    Des 07, 2008 @ 08:02:10

    ketinggalan nech………!!!!
    dengan hadirnya idul adha ini semoga kita lebih semangat lagi dalam mencari karuniaNya.
    eittttttt. jangan lupa itu semua semata demi bekal kita untuk hari esok, dan semoga pula kita menjadi tambah peduli lagi terhadap kaum Dhuafa’.
    amien 3x ya Robbal alamiennnnnnnnnnnnnn
    al_baqaroh………

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: