MURI nganjuk

Sepuluh Ribu Obor Pecahkan Rekor MuRI
1 Syawal 1429 H adalah hari istimewa bagi semua umat Islam di segala penjuru dunia. Hari raya Idul Fitri adalah momen yang sangat tepat untuk saling memaafkan satu sama lain. Di hari yang fitri ini, semua umat Islam bagaikan bayi yang baru lahir dari rahim sang ibu. Semuanya suci. Terlahir dalam keadaan yang fitri.
Hari raya Idul Fitri juga disebut sebagai Hari Kemenangan. Gema takbir berkumandang dimana-mana, meneriakkan Asma Allah dan mengagungkan kebesaran-Nya. Iringan obor dengan api yang menyala terang membuat suasana semakin meriah.
Semua umat Islam berambisi untuk menyemarakkan hari kemenangan ini. Tak terkecuali warga Nganjuk. Lebaran tahun ini terasa sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, pada malam 1 Syawal 1429 H ini, pemerintah daerah kabupaten Nganjuk melangsungkan Takbir Akbar Sepuluh Ribu Obor.
Takbir ini diikuti oleh siswa-siswi SMP dan sederajat serta siswa-siswi SMA dan sederajat se kecamatan Nganjuk. Adapun rute perjalanan takbir keliling ini adalah Jl. Anjuk Ladang, Jl. Trunojoyo, Jl. Imam Bonjol, Jl. Veteran, serta Jl. Panglima Sudirman dengan start Stadion Anjuk Ladang dan finish Pendopo Kabupaten Nganjuk. Pembukaan dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Drs. H. Taufiqurrohmann di Stadion Anjuk Ladang pada pukul 19.00. Perjalanan takbir akbar tersebut diawali oleh satu pleton barisan para Kepala Sekolah kemudian beberapa pleton siswa-siswi SMPN 1 Nganjuk disusul oleh SMPN 2 Nganjuk lalu SMPN 3 Nganjuk hingga yang terakhir, tepatnya no urut 2.., yaitu MAN Nganjuk. Masing-masing siswa membawa satu obor sehingga obor-obor itu pun tampak berjajar rapi bak seekor ular naga yang sedang meliuk-liuk tatkala dilihat dari kajauhan. Terhitung ada lebih dari sepuluh ribu siswa yang berpartisipasi menjadi peserta takbir ini. Jumlah penotonnya pun tak kalah banyak dari jumlah peserta takbir. Bahkan melebihi jumlah penonton karnaval Agustus-an.
Sayangnya, hampir seluruh peserta takbir tidak mengumandangkan takbir dalam perjalanan takbir keliling ini. Yang terdengar hanya bunyi takbir dari suara tape recorder yang diusung mobil ataupun becak yang ada di depan barisan tiap-tiap sekolah. Sehingga yang ada bukanlah Takbir Akbar Sepuluh Ribu Obor akan tetapi hanya sepuluh ribu obor berjalan.
Namun, di sisi lain hal ini dapat dimaklumi. Bisa saja, hanya karena membawa obor menempuh rute yang demikian jauhnya (… km), mereka sudah merasa cukup lelah. Dari Stadion Anjuk Ladang, pemberangkatan berakhir pada pukul 22. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: