konstitusi PMII

KONSTITUSI PMII
(Oleh: koord kelompok lentera merah)
Sahabat, Oktavian Dias Hananta

Seringkali kita mendengar, mengucapkan atau bahkan menjadikan term “konstitusi” sebagai menu perdebatan sehari-hari. Akan tetapi seberapa jauh kita mengerti tentang konstitusi dan mengapa harus ada konstitusi?
Menurut bahasa, konstitusi berarti kumpulan aturan-aturan, sumber-sumber hukum dan prinsip-prinsip suatu kelompok atau golongan tertentu. Menurut istilah konstitusi adalah aturan yang dimiliki suatu golongan/organisasi tertentu yang telah disepakati oleh golongan/organisasi tersebut.
Karena konstitusi berisi aturan-aturan, maka konstitusi bersifat mengikat dan menjadi suatu keharusan yang ada dan dipelihara dalam proses penyelenggaraan organisasi. Konstitusi ada karena dalam praktek penyelenggaraan organisasi harus mempunyai batasan-batasan/dasar hukum yang mengatur agar penyelenggaraan organisasi tidak melenceng dari tujuan didirikannya organisasi tersebut. Begitu juga dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau yang lebih dikenal dengan PMII.
PMII merupakan sebuah organisasi yang mempunyai aturan-aturan yang bersifat mengikat bagi siapa saja yang menjadikan PMII sebagai “sarana” untuk berdialektika dan untuk mengembangkan potensi diri.
Dalam PMII, aturan-aturan tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD\ART), Peraturan Organisasi (PO), Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), serta Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK). Bentuk-bentuk aturan yang seperti inilah yang sering disebut dengan KONSTITUSI. Aturan-aturan ini berfungsi sebagai dasar atau panduan dalam perjalanan berproses supaya tidak sampai salah jalan. Namun begitu besarnya tantangan dan cobaan yang ada membuat orang menjadi lengah, sehinggga sering kali harus melanggar aturan yang seyogyanya dipatuhi bersama. Di sinilah sebuah konstitusi itu berfungsi. Karena sebuah aturan itu bersifat mengikat bagi setiap anggota ataupun kader dalam PMII, maka jika terjadi pelanggaran terhadap konstitusi, sudah semestinya mendapat sanksi-sanksi tegas sesuai dengan aturan yang ditetapkan baik yang bersifat eksplisit (tertulis) atau implisit (tidak tertulis).
Pembentukan dan perumusan AD\ART dalam PMII ditetapkan bersama oleh kader dalam forum permusyawaratan tertinggi organisasi PMII yang disebut Kongres. Event tersebut dihadiri oleh perwakilan semua cabang PMII di Indonesia. Dengan adanya penyusunan AD\ART ini, diharapkan setiap anggota dan kader mempunyai pemahaman dan pandangan yang clear and distinct, jelas dan terpilah-pilah dalam menerjemahkan PMII secara keorganisasian. Dari AD\ART ini kita bisa tahu tujuan dan karakter organisasi secara struktural-fungsional seperti lembaga-lembaga yang ada di dalamnya dan hal-hal lain yang bersangkutan dengan PMII.
PMII dengan paradigma kritis transformatif yang berasaskan pancasila (AD BAB II, ASAS, PASAL 2) dan berhaluan Ahlusssunnah waljama’ah mempunyai tujuan terbentuknya pribadi muslim indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya, mempunyai komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan indonesia.
Karena ada tujuan-tujuan yang ingin dicapai, maka usaha-usaha yang dilakukan PMII adalah dengan terus menghimpun golongan pemuda (mahasiswa) sebagai regenerasi yang akan merangkul bangsa ini ke depan dengan dibekali ilmu-ilmu yang menunjang terciptanya insan ulul albab nan kritis dan intelektual organik-cerdas dan bermasyarakat. Dengan mengadakan sistem pengkaderan, ada beberapa varian dalam proses pengkaderan di PMII. Proses pengkaderan yang bersifat formal, seperti MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru), PKD (Pelatihan Kader Dasar) dan juga PKL (Pelatihan Kader Lanjutan). Juga ada proses pengkaderan yang bersifat informal yang melibatkan kepanitiaan dari kader PMII dalam setiap kegiatannya, seperti mengadakan pelatihan-pelatihan (gender,filsafat,seminar,dll). Ada pula proses pengkaderan yang bersifat non formal, seperti kajian rutin, ngopi ilmiah dan banyak lagi yang lainnya.
Struktur keorganisasian PMII (AD Bab VI, keanggotaan, pasal 7) dan item-item lainya sebagai berikut:
1. Pengurus Besar (PB)
2. Pengurus Koordinator Cabang (PKC)
3. Pengurus Cabang (PC)
4. Pengurus Komisariat (PK)
5. Pengurus Rayon (PR)
Adapun untuk lebih mengetahui tugas dan wewenang dan juga persyaratan-persyaratan untuk menjadi pengurus, dapat dilihat dalam ART Bab IV, struktur organisasi, susunan pengurus, tugas dan wewenang, pasal 12.
Sedangkan untuk bermusyawarah atau merencanakan agenda seperti pemilihan ketua, pelaksnanaan LPJ dan lain sebagainya atau untuk memecahkan problematika intern maupun ekstern, PMII mempunyai bentuk–bentuk permusyawaratan tersendiri antara lain:
Kongres
• Forum tertinggi di PMII
• Diadakan tiap dua tahun sekali
Wewenang: menetapkan AD\ART, menetapkan sistem pengkaderan, menetapkan paradigma PMII, memilih dan menetapkan ketua umum dan lain sebagainya.
Muspimnas (Musyawarah Pimpinan Nasional)
• Forum tertinggi setelah kongres
• Dihadiri oleh semua PB dan ketua umum PKC dan PC
• Diadakan paling sedikit satu kali dalam satu periode kepengurusan
• Menghasilkan ketetapan organisasi dan peraturan organisasi
Mukernas (Musyawarah Kerja Nasional)
• Dilaksanakan satu kali atau lebih dalam satu periode
• Membuat dan menetapkan action planing berdasarkan program kerja yang diputuskan kongres
Konkoorcab (Konferensi Koordinator Cabang)
• Diadakan tiap dua tahun sekali
• Menyusun program kerja PKC dalam rangka pelaksanaan program dan kebijakan PMII
• Menilai LPJ PKC
• Memilih ketua umum PKC dan tim formatur.
Muspimda (Musyawarah Pimpinan Daerah)
• Menetapkan dan merubah PO yang mengikat kondisi lokal, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi
• Mengesahkan laporan organisasi dari berbagai daerah koordinasinya.
Musker Koorcab (Musyawarah Kerja Koordinator Cabang)
• Merumuskan action planning berdasarkan program kerja yang diputuskan di Konkorcab
• Menyusun program kerja cabang dalam rangka melaksanakan program kerja umum dan kebijakan PMII
Konfercab (Konferensi Cabang)
• Menilai LPJ PC
• Memilih ketua umum dan formatur
Muskercab (Musyawarah Kerja Cabang)
• Menyusun dan menetapkan action planning selama satu periode berdasarkan hasil Konfercab
RTK (Rapat Tahunan Komisariat)
• Menyusun program kerja Komisariat dalam rangka pelaksanaan program kerja umum dan kebijakan PMII
• Menilai LPJ PK
• Memilih dan menetapkan ketua Komisariat dan formatur.
RTAR ( Rapat Tahunan Anggota Rayon )
• Menyusun program kerja Rayon
• Menilai laporan kerja
• Memilih ketua dan tim formatur
Selain bentuk-bentuk musyawarah di atas ada juga yang lain yang dilaksanakan apabila dalam setiap praktek penyelenggaraan organisasi terdapat pelanggaran terhadap AD\ART dan Peraturan Organisasi (PO). Musyawarah tersebut disebut Musyawarah Luar Biasa (MLB) antar lain: KLB, Konkorcab LB, Konfercab LB, RTK LB, RTAR LB.

Iklan

4 Komentar (+add yours?)

  1. muzakki
    Jan 13, 2010 @ 13:57:24

    gimana hukumnya jika terjadi kekosongan jabatan, sementara PJS hanya berlaku sementara waktu. dan kemudian dari wakil yang menggantikannya memiliki dual jabatan. selain itu masa khidmat kepengurusannya hampir habis. atau sekitar 2 bulan kedepan. apa yang harus dilakukan. mohon balas ke email saya.

    apakah tetap harus diadakan muslub?

    trims.
    salam pergerakan…!!!
    PMII Komisariat Walisongo Purwokerto

    Balas

  2. mico
    Feb 08, 2010 @ 14:49:27

    ada yg punya contoh peci pmii

    Balas

  3. dian
    Jul 09, 2010 @ 21:06:01

    bagaimana kah jika sebuah kepengurusan PMII Di tingkatan kmisariat untuk mengadvokasi terhadap anggota-anggotanya di tingkatan kepengurusan rayon…
    maksih

    salam pergerakan selalu….!

    Balas

  4. pusawi
    Nov 24, 2010 @ 15:22:58

    Jika terjadi kekosongan kekuasaan, maka yang menggantikan adalah pengurus yang ada di bawahnya. Misalnya tidak ada ketuanya, maka yang menggantikan adalah wakilnya, wakilnya tidak ada maka, sekertarisnya. Begitu seterusnya.
    Pengganti disini hanya semasa masa jabatan yang diganti. Apabila masa jabatan ketua yang diganti berakhir, maka harus malaksanakan pemilihan ketua baru.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: