nikah mut’ah

Nikah Mut’ah

Mut’ah, secara bahasa berarti kesenangan, kegembiraan, kesukaan. Sedangkan nikah Mut’ah adalah perkawinan dimana akad yang ditetapkan akan berakhir pada periode waktu tertentu.
Nikah Mut’ah sama dengan nikah sementara, al-nikah al-munqathi’ (perkawinan terputus), al-nikah al-muwaqqat (perkawinan sementara). Wanita yang disewa atau dinikah mut’ah disebut Musta’jara.
Rukun nikah mut’ah adalah akad, calon suami isteri, periode waktu, dan mahar. Berikut akan kami jelaskan secara singkat saja.
a. Akad
Kalimat Ijab dan Qabul yang diucapkan oleh calon suami dan calon istri
b. Calon suami dan isteri
– Suami harus mendapat izin dari isterinya
– Dianjurkan agar muslim melakukan akad mut’ah dengan muslimah yang suci, yaitu wanita yang tidak pernah berzina dan selalu mengikuti syari’at Islam
– Tidak patut melakukan pernikahan sementara dengan perawan kecuali ada izin dari ayahnya.
c. Periode waktu
Harus ditetapkan waktu dengan pasti, tidak boleh ada penambahan atau pengurangan. Tidak ada batasan minimal ataupun maksimal.
d. Mahar
Akad harus menyebutkan mahar dari harta yang diketahui. Wanita boleh meminta seluruh mahar pada awal pernikahan.
Tujuan nikah mut’ah adalah untuk kesenangan bukan untuk melahirkan keturunan. Tidak ada warisan dalam nikah mut’ah kecuali ia disebutkan secara khusus sebagai syarat dari akad.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: