tampil cantik dengan perawatan di rumah

esensi buku

Judul buku : Buku Pintar Merawat Kecantikan di Rumah: Kumpulan Tips Praktis dan Murah Merawat Kecantikan dari Ujung Rambut Hingga Ujung Kaki
Penulis : Windya Novita
Penerbit : PT GPU, Jakarta
Cetakan : Pertama, 2009
Tebal buku : xii + 224 halaman

Tuhan tidak menciptakan setiap perempuan yang lahir di muka bumi ini dengan cara main-main atau sekedar iseng. Maka setiap perempuan yang lahir pasti dianugerahi kecantikan. Tugas perempuan selanjutnya, adalah mensyukuri anugerah kecantikan itu dengan telaten; merawat, menjaga dan memelihara kondisi tubuh, rambut, wajah, kaki dan tangan agar tetap memesona dan menawan.

Keinginan perempuan untuk tampil cantik, memang tidak salah. Bahkan, hal itu sudah jadi tuntutan hidup. Tetapi ironisnya, sebagian besar kaum hawa kemudian tidak sadar dan ingin “melampaui kodrat Ilahi”. Maka, cara instan untuk tampil cantik dengan berbagai cara pun ditempuh –seperti menggunakan produk dan perawatan kecantikan modern– meskipun mereka harus mengeluarkan uang tidak sedikit. Padahal, cara instan untuk tampil cantik seperti itu, tak jarang bisa menimbulkan efek samping seperti iritasi dan kanker kulit.

Windya Novita, seorang ibu rumah tangga, wartawati sebuah majalah dan juga dikenal sebagai penulis mengajak kaum hawa untuk kembali sadar akan kecantikan yang dimiliki oleh setiap perempuan dengan memanfaatkan kekayaan alam (back to nature) demi menjaga dan memelihara kecantikan –mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ada beberapa hal yang bisa diperoleh kaum hawa tatkala mereka memakai sumber alam untuk merawat kecantikan; selain tak perlu mengeluarkan uang banyak, mudah didapat, dijamin tidak akan menimbulkan efek sampung juga bisa menawarkan kecantikan yang maksimal –jika dilakukan dengan rutin.

Untuk bisa cantik dengan “memanfaatkan” aneka tumbuhan, penulis memetakan lima perawatan kecantikan yakni kecantikan seputar wajah, rambut, riasan wajah, tubuh dan tangan serta kaki. Dengan pemetaan itu, penulis memerinci lagi detail dan rincian anggota tubuh dari kaum perempuan untuk diperhatikan dengan cara kembali ke alam.

Buku yang lahir dari keprihatian penulis terhadap model instan yang ditawarkan oleh produk kecantikan dan perawatan kecantikan modern ini sungguh bermanfaat dan berguna bagi kaum hawa. Dengan gaya penulisan yang ringan, mudah dipahami dan tak berbelit, kaum perempuan diajak untuk menjadi cantik dengan tak perlu mengeluarkan kocek banyak.

Selain itu, kelebihan bagi kaum hawa yang mempraktekkan apa yang dianjurkan dalam buku ini setidaknya bisa merawat kecantikan ala nature di saat-saat luang, tidak perlu menyita banyak waktu dan tergolong murah. Karena, perawatan yang ditawarkan penulis dapat dilakukan di rumah, di kala mau beranjak tidur atau sedang tidak keluar rumah. Pendek kata, penulis mengajak kaum hawa untuk jadi cantik dengan cara alami dan aman.

Tidak salah, jika penulis dalam kata pengantar buku ini menulis, “untuk menjadi cantik tak harus mahal karena bahan alami yang berasal dari alam justru lebih aman dan berkhasiat.” Jika memang untuk cantik itu, tidak butuh biaya mahal; kenapa Anda tidak segera bergegas mempraktekkan anjuran dalam buku ini? (n. mursidi, blogger terbaik dalam Pesta Buku Jakarta 2008)

Iklan

barack obama

MEMERANGI STAGNASI REGENERASI POLITIK DI INDONESIA
Judul Buku :”Obama-Obama” Indonesia
Pengarang :Muhammad Ja’far & Didi Ahmadi
Penerbit :RMBOOKS
Tempat Terbit : Jakarta Selatan
Tahun Terbit :Oktober, 2008
Tebal Buku :220 halaman

Kini, siapa tak kenal Barack Obama. Popularitasnya melejit pesat. Prestasi politiknya menginspirasi, hingga ke Indonesia. Kenapa Barack Obama? Karena ia dinilai sebagai simbol regenerasi politik, representasi pemimpin generasi muda yang hadir dengan harapan baru yaitu membawa visi perubahan (change).
Saat ini adalah saat yang tepat untuk nenjadikan lelaki bernama lengkap Barack Hussein Obama ini sebagai figur yang menjadi inspirasi perubahan bagi politisi muda. Obama sedang menggejala hebat di perpolitikan global. Publik dunia dengan cepat mengendus kemunculannya.
Lalu, kenapa yang terpilih sebagai “Obama Indonesia” jumlahnya 11 orang? Di dalam buku ini, penulis tidak memancangkan sebuah kriteria, apalagi sebuah metodologi seleksi yang amat ketat untuk menyaring 11 sosok “Obama Indonesia” ini. Dua pertimbangan sederhana, kenapa akhirnya mereka yang terpilih adalah selama ini mereka memiliki latar belakang peran yang penting, sehingga pada saat yang sama mereka pun memiliki masa depan kiprah politik yang prospektif.
Penulis mengaku bisa saja pilihannya pada 11 tokoh ini kurang mengena, seperti halnya juga peluangnya untuk tepat sasaran. Bisa saja “Obama-Obama” Indonesia justru ada “di luar” yang 11 ini. Obama hanyalah simbol dan representasi, sebagaimana halnya jumlah 11 tokoh di buku ini. Kesebelas tokoh tersebut adalah Yuddy Chrisnandi, Pramono Anung, Anas Urbaningrum, Zulkifli Hasan, Priyo Budi Santoso, Budiman Sudjatmiko, Angelina Sondakh, Muhaimin Iskandar, Tifatul Sembiring, Lukman Hakim Saifuddin, dan Jeffrey Johannes Massie. Kesemuanya memiliki pemikiran-pemikiran yang kritis dan progressif dalam menganalisa situasi politik negeri ini, khususnya isu kepemimpinan kaum muda di tengah-tengah situasi politik Indonesia yang sampai saat ini masih mengutamakan kaum tua dalam memilih pemimpin.
Yuddy Chrisnandi menilai isu kepemimpinan kaum muda harus ditempatkan dalam cara pandang yang positif. Namun tak jarang di berbagai kesempatan, kaum muda disindir dengan alasan minim pengalaman. Sementara memimpin sebuah negara jelas-jelas membutuhkan pengalaman. Namun menurut Pramono Anung, usia tidaklah relevan untuk dijadikan tolak ukur. Parameter dalam proses regenerasi politik bukan terletak pada persoalan usia. Kuncinya terletak pada kulitas kinerja yang berawal dari komitmen, kapabilitas, dan kualifikasi.
Dalam amatan Zulkifli Hasan, sebenarnya di perpolitikan Indonesia belakangan ini telah muncul “fenomena Obama”. Yaitu naiknya generasi muda ke tampuk pimpinan tertinggi. Hanya saja, levelnya baru pada tingkat daerah, untuk jabatan Bupati dan Gubernur, belum pada level kepemimpinan Nasional. Senada dengan hal itu, Angelina Sondakh meramalkan, seiring terbukanya kran regenerasi, tahun 2014 nanti para pemimpin muda akan banyak bermunculan. Momen 2009 sekarang baru akan menjadi fase perkenalan mereka untuk bersiap-siap menerima estafet pada pemilu berikutnya.
Berbicara mengenai sistem politik Indonesia, Anas Urbaningrum menilai masih belum melihat kuatnya meritokrasi di dalamnya, yang mana di dalam meritokrasi politik terbuka kemungkinan bagi siapapun untuk meraih prestasi-prestasi politik, asal memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Hal ini membutuhkan kesadaran kaum tua untuk memberikan kepercayaan kepada kaum muda dan membuang ambisi pribadi atas kaum muda dalam meneruskan perjuangannya membangun negara. Sayangnya, menurut Tifatul Sembiring, sikap membuang atau minimal menekan ambisi itulah yang sama sekali alpa dari para politisi senior negeri ini.
Oleh karena itu, benar apa yang dikatakan Jeffrey Johannes Massie, bahwa kunci utama proses regenerasi politik adalah rasa legowo dan percaya. Rasa legowo penting sebagai ekspresi kerelaan melepas kursi kepemimpinan. Sementara rasa percaya lebih penting lagi sebagai bentuk keyakinan bahwa apa yang dicapai oleh generasi sebelumnya, bukan hanya dapat dipertahankan, tetapi dapat ditingkatkan pencapaiannya oleh kalangan muda yang menggantikannya.
Mengingat kondisi sebagian besar bangsa Indonesia yang masih ternina-bobokkan dengan kuatnya daya pikat para pemimpin model lama, maka buku ini menjadi penting untuk dibaca oleh siapapun sebagai usaha penyadaran pola pikir yang selama ini tampak begitu hegemonik. Penulis menyuguhkan isi yang menarik dengan menampilkan tokoh-tokoh muda negeri yang memang layak mendapat julukan “Obama-Obama Indonesia”. Semua tokoh di dalam buku ini menyajikan pemikiran-pemikiran cemerlangnya dengan pisau analisis yang tajam. Pemikiran yang beragam dan mempunyai argumen yang sama-sama kuat memang sangat menarik untuk dikaji dan dikritisi. Akhirnya, jangan biarkan regenerasi proses politik negeri ini stagnan sehingga yang kemudian muncul adalah sosok pemimpin muda yang benar-benar memiliki keberanian dan tanggungjawab.img256

lomba resensi 2009 untuk jurnalis

Lomba Resensi Buku Behind Indonesia’s Headlines sampai 30 Januari 2009

Ditulis oleh creativesimo di/pada Desember 28, 2008

LOMBA: Resensi Buku Behind Indonesia’s Headlines

Behind Indonesia`s Headlines, merupakan kumpulan tulisan karya Christovita Wiloto. Mengungkap 50 kasus asli Indonesia mulai dari politik, ekonomi, sosial, pendidikan, budaya dan berbagai topik lain
yang pernah dimuat pada media cetak nasional selama kurun waktu 2004–2008.

Buku ini ditulis sebagai pelajaran penting bagi generasi muda penerus bangsa karena ditangan generasi muda-lah Indonesia dapat berkembang menjadi bangsa yang bermartabat. Bangsa ini memerlukan orang-orang yang memiliki semangat kebangsaan dan berintegritas untuk memulai perubahan serta menjadi teladan bagi masyarakat.

Ketentuan lomba resensi:

1. Buku yang diresensi adalah “Behind Indonesia`s Headlines”
2. Peserta adalah jurnalis yang masih aktif bekerja di media cetak
maupun elektronik, dibuktikan dengan fotocopy kartu pers yang masih
berlaku.
3. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik. Diketik 2 (dua)
spasi minimal 1500 karakter.
4. Naskah yang dikirim adalah asli, bukan jiplakan. Naskah resensi
harus sudah pernah dimuat dimedia sebelum lomba ditutup
5. Naskah yang dikirim dibuat rangkap dua.
6. Formulir harus diisi lengkap dan dikirimkan bersama resensi. (Jika
lampiran formulir tidak bisa dibuka dapat menghubungi email panitia)
7. Naskah lengkap dikirimkan ke:

Panitia Lomba Resensi Buku Behind Indonesia`s Headlines
PowerPR Global Publishing
Intiland Tower Lt 19 – Jl. Jend Sudirman Kav 32-Jakarta 10220

9. Pada amplop sebelah kiri dituliskan Lomba Resensi Buku
10. Naskah diterima Panitia Lomba Resensi paling lambat tanggal 30
Januari 2009
11. Pemenang lomba akan diinformasikan lewat website http://www.wiloto.com
pada tanggal 27 Februari 2009
12. Seluruh naskah menjadi hak panitia dan tidak diadakan surat menyurat.

Hadiah :

– Pemenang I Rp 10.000.000,- + 1 paket seminar powerpr institute
seharga Rp 2.000.000,- + kenang-kenangan dari PowerPR Global Publishing.

– Pemenang II Rp 7.000.000,- + 1 paket seminar powerpr institute
seharga Rp 2.000.000,- + kenang-kenangan dari PowerPR Global Publishing.

– Pemenang III Rp.5.000.000,- + 1 paket seminar powerpr institute
seharga Rp 2.000.000,- + kenang-kenangan dari PowerPR Global Publishing.

– Pemenang Harapan I, II dan III masing – masing Rp 2.000.000,-, Rp
1.500.000,- dan Rp 1.000.000,- + kenang-kenangan dari PowerPR Global Publishing.

Contact person:
Ineke Novianty.S
Media Relations PowerPR – Christovita Wiloto & Co.
HP : +628170008344/021-99964960

lomba resensi 2009

Lomba Resensi Novel Dua Perempuan sampai 31 Januari 2009

Ditulis oleh creativesimo di/pada Desember 28, 2008

Novel karya Mujiana Abdul Kadir ini menyuguhkan tema sentral tentang cinta. Cinta seorang pria yang dikelilingi sejumlah wanita. Lika-liku cinta yang dilaluinya begitu dramatis. Dan menggoda…
Syarat:
– resensi minimal dua halaman kuarto (A4)besert
– menyertakan struk/kuitansi asli pembelian Novel “DUA PEREMPUAN”
– dikirmkan lewat pos ke Tinta Institute & Penerbit CPNS (Cipta Prima Nusantara Semarang) yang beralamat di Komplek Perum Anugrah No 31 Ngijo Gunungpati Semarang

Pengiriman resensi paling lambat 31 Januari 2009.

Pengumunan pemenang pada 14 Februari 2009. Pemenang akan dihubungi langsung oleh penyelenggara.

Hadiah:
Juara 1: Rp 500.000 + paket buku
Juara 2: Rp 300.000 + paket buku
Juara 3: Rp 200.000 + paket buku
Juara 4: paket buku
Juara 5: paket buku

Info: Hubungi Beka di 081326393554/ 024-70719168

PS: Novel ini sudah bisa didapatkan di toko buku terdekat. Atau untuk pemesanan bisa hubungi Beka di 081326393554/ 024-70719168

lomba resensi 2009

Lomba Resensi Novel Rahasia Meede sampai 16 Januari 2009

Ditulis oleh creativesimo di/pada Desember 28, 2008

Penulis: E.S Ito

Untuk yang merasa masih jadi pelajar atau mahasiswa/i, ayo ikutan!!
Kirimkan resensi ke :

Redaksi Hikmah Publishing House
Gd. Mp Book Point Jl. Puri Mutiara Raya No.72
Cilandak – Cipete
Jakarta Selatan 12430

Hadiahnya……..
1.Mendapatkan kiriman buku-buku Hikmah selama 1 tahun
2.Tiket gratis Napak Tilas JelaJah Rahasia Meede dari Musium
Fatahillah sampai Pulau Onrust senilai Rp. 250.000
3. Merchandise Rahasia Meede

Syaratnya:
Sertakan fotokopi kartu pelajar/mhs saat pengiriman resensi
Lampirkan bukti fotokopi resensi media bagi yang resensinya sudah
pernah dimuat di media cetak.

Jadi, baca bukunya, tulis resensinya, dan jadi juara!
Cuma sampai 16 Januari 2009

Karena sejarah bukan untuk dilupakan

don’t hesitate to call us:
(Caroline: 021 75915762/63)

sang pemimpi

Para Patriot Nasib

Judul : Sang Pemimpi
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : Februari 2008
Tebal Buku : 288 halaman

Jika sebelumnya, novel ‘Laskar Pelangi’ bercerita tentang masa SD dan SMP Ikal bersama sepuluh anggota Laskar Pelangi, maka kali ini dalam novel ‘Sang Pemimpi’ Andrea mengisahkan masa-masa SMA Ikal bersama dua sahabatnya, Arai dan Jimbron.
Ikal dan saudara sepupunya, Arai, adalah sosok anak cerdas yang tak kenal lelah. Pukul dua pagi mereka sudah bangun untuk bekerja sebagai kuli ngambat. Dengan berbekal sebatang bambu, mereka sempoyongan memikul puluhan kilo ikan dari perahu menuju stanplat. Semua itu mereka lakukan demi sekolah mereka. Dan Jimbron, adalah sahabat mereka yang amat terobsesi, obsesif kompulsif terhadap kuda. Untuk pekerjaan itu, mereka bertiga mengontrak sebuah los sempit di dermaga dan pulang ke rumah orang tua setiap dua minggu. Mereka adalah para pemberani, para patriot nasib. Mereka tetap tegar menghadapi sikap pak Mustar, guru yang super galak namun penuh perhatian. Mereka pernah nyaris dikeluarkan dari SMA karena kepergok nonton film biru di bioskop. Namun dikarenakan oleh suatu hal, akhirnya keputusan itu dibatalkan. Sebagai gantinya, mereka dihukum berat dan yang pasti hukuman itu sangat mempermalukan mereka.
Mereka mempunyai pribadi yang unik. Ikal, sosok anak manusia yang mempunyai optimisme tinggi. Arai, anak sebatang kara yang penuh kejutan, pikirannya sulit untuk ditebak. Dan Jimbron, si gagap yang berhati mulia dan tulus dalam persahabatan. Yang tak kalah seru disini adalah pergolakan bathin mereka ketika memasuki fase pubertas. Pun juga kisah cinta Arai pada wanita indifferent bernama Nurmala. Kira-kira apa hukuman yang diberikan pak Mustar kepada mereka? Bagaimana kisah cinta Arai? Dan bagaimana pula perjuangan Ikal dan Arai hingga mereka menjadi sarjana untuk kemudian mendapatkan beasiswa melanjutkan studinya ke Univesite’ de Paris, Sorbonne, Prancis? Temukan jawabannya di novel kedua tetralogi Laskar Pelangi ini. Dalam novel ini, Andrea menyajikan humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang mendalam.

resensi saat cinta berhijrah

Pergulatan Rurani dan Jati Diri ‘Si Gadis Haram’

Judul : Saat Cinta Berhijrah
Pengarang : Andi Bombang
Penerbit : Diva Press, Jogjakarta
Tempat Terbit : Jogjakarta
Tahun Terbit : Agustus, 2008
Tebal buku : 460 halaman

Tidak mudah hidup di bawah tekanan psikis macam Febi. Si gadis cantik nan mempesona ini tiada hentinya menyesali kelahirannya sebagai gadis haram. Apalagi setelah mendengar kabar tegas, “anak haram tidak pantas hidup di muka bumi”. Dia pun semakin merasa hina dan tak berguna. Bahkan dia berani membenci Tuhan karena ‘ketidakadilan-Nya’ telah menggariskannya terlahir ke alam fana dengan menanggung kutuk anak haram.
Berawal dari perkenalan yang terjadi secara kebetulan. Perkenalan Febi dengan Bu Endang telah membuka rahasia besar tentang Febi yang selama ini tersimpan rapi dan tak terungkap barang sedikitpun. Ternyata Febi anak haram. Karena secuil dogma yang membingungkan inilah Febi semakin terjungkal di terjang prahara dosa dan kegelapan jiwa. Febi yang lemah lembut tiba-tiba menjadi dingin dan liar. Kini, dia muak melihat orang tuanya di rumah. Semuanya palsu, semuanya bertopeng. Oleh sebab itulah, dia memilih hidup sendiri dari pada terus-terusan tersiksa melihat ayah dan ibunya. Ia meninggalkan keluarganya dan memilih hidup mandiri di kos.
Pada mulanya, kehidupannya di kos biasa-biasa saja. Namun setelah kedekatannya dengan salah seorang penghuni kos yang bernama Sri, dia pun berubah fikiran. Dia nekat menempuh jalan yang sama dengan Sri demi menemui bahagia karena dia melihat Sri menemukan bahagia disitu. Masa bodoh dengan komentar orang lain. Tak terkecuali nasihat dari sahabat karibnya, Rini dan Vina. Semuanya lewat begitu saja. Keputusannya sudah bulat meskipun, menurut banyak orang, profesi yang ditempuhnya sangatlah hina. Ia tak peduli. Apapun yang dilakukannya, toh ia tetap saja anak haram yang hina.
Seiring berjalannya waktu, kebahagiaan yang dicari tak juga ia temukan. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Abah dan Haji Imron Japati. Sejak saat itu, ia memutuskan hijrah sepenuh jiwa, hidup, cinta, dan air mata untuk membangkitkan jati diri, kekuatan hati, dan kebahagiaan sejati. Dia berhijrah dengan energi jiwa dan ruhaninya.
Siapakah gerangan Bu Endang? Bagaimana dia bisa tahu semua tentang Febi? Dalam perjuangannya mencari kebahagiaan, jalan ‘hina’ apakah yang ditempuh Febi? Siapa pula Abah dan Haji Imron Japati? Berhasilkah perjuangan Febi dalam mencari bahagia?
Anda akan menemukan jawabannya di dalam novel “Saat Cinta Berhijrah” karya Andi Bombang ini. Penulis novel ‘Kun…Fayakun’ ini begitu cerdas mengemas novelnya dalam bahasa yang sederhana namun bergelora. Novel ini mengusung motivasi penuh tenaga untuk menuju hidup yang lebih positif. Novel ini layak dibaca oleh semua kalangan.

Sekian.

Previous Older Entries